INILAH.COM, Jakarta – Kemajuan
UKM dinilai sangat ditentukan oleh keberpihakan pemerintah. Tentunya,
ajang APEC menjadi wahana penting untuk mempromosikan sektor ini.

Direktur
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri
Hartati mengusulan hal tersebut. Tujuannya, agar Usaha Kecil dan
Menengah (UKM) bisa mendapat porsi pada perdagangan internasional.

Dengan
menjadi tuan rumah Asia Pasific Economic Coorperation (APEC), Indonesia
jangan menyia-nyiakan hal ini. “Apa yang harus diperjuangkan pada APEC
yaitu dengan mendorong UKM terlibat perdagangan bilateral maupun
regional,” ujar Enny kepada INILAH.COM di Jakarta, akhir pekan ini.

Pada
APEC nanti, Enny berharap, UKM menjadi isu kepentingan nasional. Forum
internasional tersebut menjadi pusat lobi dan mejurus kepada transaksi
perdagangan yang menguntungkan.

Namun, menurut dia, pengangkatan
UKM di ajang APEC tergantung pada keseriusan pemerintah. Masih maukah
pemerintah mengangkat UKM yang merupakan bagian terbesar yang dilakoni
masyarakat Indonesia. “Pemerintah siap enggak men-support dengan
melakukan lobi pada forum APEC,” katanya.

Perkembangan UKM di Indonesia terus meningkat dan kini mencapai 55,2 juta yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menteri
Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Syarif Hasan menyatakan dari puluhan
juta UKM itu saat ini mewakili lebih dari 90 persen bisnis di Indonesia
dan memberikan kontribusi sebesar 57 persen pada Produk Domestik Bruto
(PDB) Indonesia.

Sumber: Inilah.com

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close