Moneter.co.id – Program pengampunan pajak telah tiga pekan digalakkan. Saat ini, pemerintah masih gencar melakukan sosialisasi ke berbagai daerah. Bahkan, pada Kamis, 11 Agustus, Sri Mulyani langsung berkunjung ke Singapura untuk melakukan sosialisasi program pengampunan pajak.

Pemerintah menargetkan aliran dana repatriasi dalam program pengampunan pajak dapat mengalir pada berbagai sektor. Diantaranya adalah sektor infrastruktur dan properti. Hanya saja, aliran dana repatriasi diharapkan tidak hanya dirasakan oleh kota-kota besar.

Menurut Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, tax amnesty sudah semestinya dapat mengangkat perekonomian di daerah. Meskipun basis dari wajib pajak besar terdapat di kota-kota besar, namun harus ada pemerataan pemanfaatan dana pengampunan pajak ini.

“Tax amnesty memang harus dapat meningkatkan ekonomi ya. Apalagi kita lihat dari saat ini dampaknya sudah mulai terasa. Tapi juga harus untuk daerah,” ujarnya saat ditemui Okezone di Batam belum lama ini.

Ekonomi daerah selama ini memang kesulitan untuk berkembang akibat keterbatasan dana. Adapun sektor swasta, juga sulit untuk diharapkan, terutama pada setiap daerah yang belum memiliki pembangunan infrastruktur.

Untuk itu, program pengampunan pajak harus dapat menjadi pioneer pembangunan di daerah. Sebab, dengan pembangunan infrastruktur melalui dana tax amnesty, maka secara tidak langsung hal ini akan berdampak pada munculnya minat investor untuk berinvestasi di luar Jawa.

“Jadi nantinya ekonomi kita itu tidak hanya tumbuh di Jawa tapi di luar Jawa. Tentunya dengan berbagai proyek pembangunan sebelumnya. Apalagi untuk GDP yang tinggi itu juga sangat bergantung ke ekonomi daerah,” tutupnya.

Sumber : https://moneter.co.id

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close