Jakarta–Pemerintah disarankan membangun perekonomian di kawasan pinggiran terlebih dahulu sehingga pengembangan kawasan tersebut lebih efektif.

Pengamat ekonomi INDEF, Avilliani menyebut, salah satu konsep pembangunan pemerintahan Jokowi-JK yang tercantum dalam Nawacita, adalah membangun perekonomian dari pinggiran. Hal ini bisa berarti membangun daerah yang selama ini belum tersentuh, sektor yang terpinggirkan dan bisa juga pelaku ekonomi masih terpinggirkan. Meskipun begitu, Aviliani menyarankan agar langkah ini efektif, pemerintah harus membangun perekonomian dasar di suatu kawasan tersebut.

“Membangun kawasan di Tanjung Lesung, misalnya, itu kan sebelumnya sudah ada PT Jababeka Tbk yang membangun dulu di sana. Jadi, kalau pemerintah mau mengembangkan, sudah jelas. Ekonomi masyarakatnya sudah siap dan tumbuh,” ungkap Avilliani, dalam diskusi “Mengawal Nawacita: Analisis Kritis Terhadap APBNP 2015,” di Kantor INDEF, Jakarta, Selasa, 24 Februari 2015.

Bila tidak membangun ekonomi di suatu kawasan tersebut, sambung komisaris Bank Mandiri ini, pemerintah hanya akan melakukan pemborosan anggaran dan tidak berdampak pada kenaikan pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, sering terjadi di beberapa daerah, secara sosiologis, masyarakat asli daerah tersebut justru merasa terancam dan terpinggirkan.

“Niatnya pemerintah, misalnya, membangun suatu kawasan di Indonesia timur. Tapi masyarakat asli justru terancam karena pembangunan berarti mendatangan orang Jawa lagi. Hal itu karena pemerintah tidak membangun dahulu perekonomian dan kesiapan masyarakatnya,” jelas Aviliani.

Ditambahkan Ahmad Heri Firdaus, peneliti muda INDEF, hal ini terjadi pada pola pembangunan infrastruktur jembatan Suramadu yang menghubungkan Jawa Timur dan Madura. Bukan pertumbuhan dan kemajuan ekonomi Madura yang terangkat, tetapi justru eksodus masyarakat Madura ke Surabaya.

“Karena ada gula ada semut. Jadi memang kebutuhan infrastruktur dan syarat pertumbuhan ekonomi harus dibangun dulu sama pemerintah,” sebutnya.

Dalam APBNP 2015, Pemerintah menganggarkan hampir Rp300 triliun untuk membangun infrastruktur di seluruh Indonesia. Angka ini adalah angka anggaran pembangunan infrastruktur terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini juga sejalan dengan visi misi program pembangunan Jokowi-JK yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa. (*)

Sumber: http://www.infobanknews.com/

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close